Rabu, 19 Januari 2022

 

 

Pengertian Parenting Islami & 10 Cara Mendidik Anak Menurut Ajaran


Isla

 

Anak merupakan amanat ditangan kedua orang tua. Hatinya yang masih bersih – suci merupakan permata yang indah, bila kita mengasah dengan penuh kebaikan. Kemudian, pahala pun akan mengalir dan dinikmati untuk kedua orangtuanya maupun semua orang yang mendidiknya.

Semakin berkembangnya informasi dan teknologi, semakin mudahnya untuk mempelajari hal baru. Dan semakin luas bertambahnya wawasan untuk terus mengembangkan pengetahuan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak hanya itu, sebagai orang tua muslim ingin menjadikan anaknya menjadi seorang yang berbakti, taat, bertanggung jawab dengan mengikuti ajaran-ajaran Islam sesuai aturan agama Islam.



Beberapa orang tua pun mempunyai konsep parenting sendiri bagaimana mendidik anak, sebagai langkah mendidik anak secara Islami dengan nilai-nilai islam yang ditanam sejak sedini mungkin. Agar lebih memahami, mendisiplinkan , dan mendorong (support) anak menjadi yang terbaik sebagaimana menerapkan pola asuh mengikuti tuntunan Al-qur’an dan Nabi Muhammad SAW. Berikut, penjabaran tentang parenting Islami :

 Pengertian Parenting Islami 

Parenting Islami adalah cara mengatur pola pengasuhan anak dalam proses tumbuh kembangnya yang tak luput menyesuaikan dengan ajaran islam, yang mendasari dari Al-Qur’an dan sunah Rasulullah SAW.

Parenting ini bertujuan untuk menjadikan anak mempunyai tonggak pendidikan agar menjadi manusia yang mempunyai akhlak sesuai anjuran agama islam, karakter mulia dan menjadi generasi pantang menyerah juga memupuk diri kebaikan sejak dini. Dan tugas orang tua adalah menyeimbangkan pola tersebut dengan anak, agar anak pun mudah memahami apa yang ia pelajari kedepanya.

 Kewajiban Tanggung Jawab Orang Tua Kepada Anak

  1. Merawat dan mendidik dengan  pendidikan Islam
  2. Memberi anak pendidikan intelektual
  3. Memberi anak perlindungan
  4. Memberi nafkah kepada keluarga dan anak
  5. Memberi kasih sayang

 Jenis-jenis parenting : 

  • Otoriter

Gaya disiplin otoriter dengan menyimpan harapan yang sangat tinggi akan tingkah laku anak. Sering kali jauh melebihi apa yang bisa mereka lakukan. Lebih jelasnya anak-anak seharusnya bertingkah laku secara efektif sama seperti orang dewasa.

  • Permisif 

Disiplin permisif adalah istilah yang “kurang baik” karena orang tua yang permisif lebih membebaskan anaknya, tanpa pendisiplinan. Misalnya seperti “Ah maklum ya bu.. dia kan masih kecil, jadi gak bisa nahan makannya, biar saja yang penting dia senang”, biasanya orang tua takut bila anaknya menangis karena orang tua merasa sayang, tetapi jika menyayangi secara berlebihan pun tidak baik.

  • Otoritatif

Metode ini diterapkan seperti otoriter 50% + permisif 50% dan menerapkan dengan sangat berhati-hati ketika mengasuh dan mengendalikan kemauan anak.  Orang tua lebih memilih pada realistis. Orang tua tidak takut jika anaknya menangis, namun ketika anak mereka menangis, sering kali karena proses pendisiplinan, mereka lebih menawarkan kenyamanan tetapi disiplin.

  • Mindful 

Metode ini lebih mengedepankan kesadaran orang tua dalam mendidik anak dengan cara penuh perhatian dan berempati, mengendalikan emosi saat bersama anak, dan tidak menghakimi diri sendiri dan orang lain.

  • Islami 

Agar terjunjungnya metode parenting Islami, dengan mencontohkan tentang kisah dalam islam sebagai panutan dan menanamkan rasa kecintaan kepada Allah SWT juga Rasul-Nya. Yang akan saling terhubungnya komunikasi yang baik di dunia maupun di akhirat kelak. Dan tidak lupa, untuk mengasah kemampuan anak menjadi pribadi yang religius dan berkarakter mulia.

 Karakter Sebagai Tonggak Pendidikan

Tahapan memupuk akidah dalam diri anak adalah kewajiban setiap orang tua muslim agar hatinya selalu teringat akan kebesaran yang Allah punya, dan mengamalkan dengan penuh keikhlasan, agar anak menjadi pribadi yang tangguh. Yang diantaranya:

Beberapa orang tua pun mempunyai konsep parenting sendiri bagaimana mendidik anak, sebagai langkah mendidik anak secara Islami dengan nilai-nilai islam yang ditanam sejak sedini mungkin. Agar lebih memahami, mendisiplinkan , dan mendorong (support) anak menjadi yang terbaik sebagaimana menerapkan pola asuh mengikuti tuntunan Al-qur’an dan Nabi Muhammad SAW. Berikut, penjabaran tentang parenting Islami :

 

Pengertian Parenting Islami 

Parenting Islami adalah cara mengatur pola pengasuhan anak dalam proses tumbuh kembangnya yang tak luput menyesuaikan dengan ajaran islam, yang mendasari dari Al-Qur’an dan sunah Rasulullah SAW.

Parenting ini bertujuan untuk menjadikan anak mempunyai tonggak pendidikan agar menjadi manusia yang mempunyai akhlak sesuai anjuran agama islam, karakter mulia dan menjadi generasi pantang menyerah juga memupuk diri kebaikan sejak dini. Dan tugas orang tua adalah menyeimbangkan pola tersebut dengan anak, agar anak pun mudah memahami apa yang ia pelajari kedepanya.

 

Kewajiban Tanggung Jawab Orang Tua Kepada Anak

  1. Merawat dan mendidik dengan  pendidikan Islam
  2. Memberi anak pendidikan intelektual
  3. Memberi anak perlindungan
  4. Memberi nafkah kepada keluarga dan anak
  5. Memberi kasih sayang

 

Jenis-jenis parenting : 

  • Otoriter

Gaya disiplin otoriter dengan menyimpan harapan yang sangat tinggi akan tingkah laku anak. Sering kali jauh melebihi apa yang bisa mereka lakukan. Lebih jelasnya anak-anak seharusnya bertingkah laku secara efektif sama seperti orang dewasa.

  • Permisif 

Disiplin permisif adalah istilah yang “kurang baik” karena orang tua yang permisif lebih membebaskan anaknya, tanpa pendisiplinan. Misalnya seperti “Ah maklum ya bu.. dia kan masih kecil, jadi gak bisa nahan makannya, biar saja yang penting dia senang”, biasanya orang tua takut bila anaknya menangis karena orang tua merasa sayang, tetapi jika menyayangi secara berlebihan pun tidak baik.

  • Otoritatif

Metode ini diterapkan seperti otoriter 50% + permisif 50% dan menerapkan dengan sangat berhati-hati ketika mengasuh dan mengendalikan kemauan anak.  Orang tua lebih memilih pada realistis. Orang tua tidak takut jika anaknya menangis, namun ketika anak mereka menangis, sering kali karena proses pendisiplinan, mereka lebih menawarkan kenyamanan tetapi disiplin.

  • Mindful 

Metode ini lebih mengedepankan kesadaran orang tua dalam mendidik anak dengan cara penuh perhatian dan berempati, mengendalikan emosi saat bersama anak, dan tidak menghakimi diri sendiri dan orang lain.

  • Islami 

Agar terjunjungnya metode parenting Islami, dengan mencontohkan tentang kisah dalam islam sebagai panutan dan menanamkan rasa kecintaan kepada Allah SWT juga Rasul-Nya. Yang akan saling terhubungnya komunikasi yang baik di dunia maupun di akhirat kelak. Dan tidak lupa, untuk mengasah kemampuan anak menjadi pribadi yang religius dan berkarakter mulia.

 Karakter Sebagai Tonggak Pendidikan

Tahapan memupuk akidah dalam diri anak adalah kewajiban setiap orang tua muslim agar hatinya selalu teringat akan kebesaran yang Allah punya, dan mengamalkan dengan penuh keikhlasan, agar anak menjadi pribadi yang tangguh. Yang diantaranya:



Mungkin ada beribu-ribu cara untuk bisa mengajarkan anak menjadi perilaku yang baik, dan tak lepas dari pengawasan dan didikan orangtua. Diantaranya :

 

  • Buatlah Hati Anak Terhubung Dengan Allah (Akhlak)

Pahala yang paling baik, paling besar dan paling sempurna yang anda peroleh adalah menanamkan prinsip-prinsip tauhid dalam hati anak sedini mungkin. Prinsip yang bisa kita lakukan diantaranya:

 

  • Menanamkan iman sejak dini

Untuk mencintai Allah dan Rasulnya, takut akan siksaan-Nya, dan mengharap pahala dari-Nya. Dengan cara berupaya Anda berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah (Asmaul husna) beserta keharusan untuk mengesakan Allah.

 

  • Tanamkanlah rasa hormat kepada Al-Qur’an 

Jadikanlah dirinya untuk berpegang teguh pada etika-etika membaca Al Qur’an , seperti membaca ta’awwudz, membaca basmallah, memuliakan mushaf Al-Qur’an juga mendengarkan lantunan ayat suci sambil melakukan perenungan.

 

  • Ajarkan anak tentang dzikir-dzikir dan etika Nabi SAW

Hal ini disebabkan karena dzikir akan berpengaruh terhadap perilaku anak senantiasa mengingat Allah, sehingga jiwa sang anak akan tumbuh dengan baik, sementara fitrah (nalurinya) akan selamat dari berbagai penyimpangan.

 

  • Ajari dan Perhatikan Ibadah Salat 

Awasilah perkembangan anak selama 5 tahun, karena sisanya anda akan mendapati nikmat sisa umur dengan tenang. Di usia tersebut merupakan fase pertama masa pertumbuhan. Cobalah untuk membiasakan anak Anda melaksanakan ibadah sholat dan beramal shaleh. Seorang pendidik yang baik akan mengikuti perkembangan anak dengan senang hati. Ibaratkan bersusah-susahlah dahulu selama lima tahun. Semangat, Bun…

 

Dan jika anak sudah hampir mendekati 7 tahun, selalu ingatkan ketika azan sudah berkumandang untuk mempersiapkan diri untuk sholat. Hal ini dimaksudkan agar jiwanya siap menghadapi dan lebih mudah mendidik di kemudian hari.

  • Ajari Anak Sikap Menghormati dan Sikap Menghargai Orang Tua

Jadilah teladan untuk anak, dan cukup tunjukan dengan tindakan sederhana seperti meluangkan waktu berkumpul  dan berbicara agar terciptanya rasa saling keterbukaan, cobalah untuk berdiskusi dan bantulah mengajari anak anda untuk mengambil keputusan yang bijak, dan usahakan ketika berbicara jauhkan ponsel agar anak anda merasa dihargai setiap ucapannya.

 

  • Ajarkanlah Kepada Anak Tentang Sifat Amanah

Dalam hal ini, cara terbaik sebagai ibu adalah untuk menghormati hak-hak yang dimiliki oleh anak. Maka dari itu, janganlah Anda membiarkan salah seorang pun menzaliminya dengan cara mengambil barang-barang miliknya, dengan cara seperti itu, dia pun akan terbiasa menghormati hak-hak orang lain.

Jika anak menggunakan barang milik orang lain, maka hadapilah sikapnya tanpa menakut-nakuti atau pun mengintrogasi seperti halnya pencuri. Atau berteriak “Ini punya siapa? Kamu nyuri yah?!”, karena anak jika di pojokan seperti itu, justru bisa terjadi hal  yang mungkin akan merasa dirinya tidak berharga lagi dan terkadang menjadi ceroboh, melakukan hal yang mungkin tidak baik.

Seorang ibu cerdas akan memanfaatkan kesempatan momen yang tepat untuk memberikan pengarahan dengan cara tidak langsung.

 

  • Ajari Anak Untuk Belajar Bersabar 

Mungkin sebagian orang kesabaran adalah ketenangan hati dalam menghadapi situasi, banyak hal yang kita sadari untuk menjadi seseorang yang sabar. Tak lupa, orang tua adalah role model seorang anak yang akan mengikuti kelakuan orang tua terutama Ibu. Maka dari itu, sebelumnya kesabaran diri itu penting bagi sendiri sehingga anak bisa mengikuti apa yang orang tua harapkan menjadi seorang penyabar. Jadi, bagaimana melatih kesabaran anak?

Cobalah beri kesempatan, seperti latihan menunggu. Mungkin saat anak lapar, Anda sibuk memasak dan berilah pengertian kepada anak untuk menunggu beberapa saat  “Sabar ya Nak, ibu bikin dulu sup. Tunggu 5 menit lagi ya.. ” dengan intonasi yang lembut.

 

  • Menumbuhkan Semangat dan Pantang Menyerah

Akan baiknya sikap pantang menyerah ditanamkan sejak usia balita. Dengan cara, jika anak telah mampu menangkap penyampaian Anda, Anda bisa menggunakan dengan cara memberikan dongeng atau cerita-cerita sebelum tidur dengan tema yang relate dengan kehidupan penuh semangat.

Dan berikan dorongan untuk memberi permainan juga kesempatan agar anak untuk mengembangkan kreativitasnya. Kurangi batasan mental seperti mengucapkan “Jangan” ,”Tidak Boleh”, ”Bukan Begitu”, tetapi gunakanlah kalimat pengganti yang lebih positif, misalnya:

  1. Jangan nonton deket-deket TV = ” Dek, nontonnya agak mundur yah biar gak sakit mata”
  2. Jangan kesana =  “Lewat sini aja yuk, nanti ada ayam”
  3. Jangan teriak-teriak =  “Iya nak, ibu sudah denger. Tunggu sebentar ya…”

 

  • Memupuk rasa percaya diri anak

Hal yang membuat anak merasakan bahwa dirinya dihargai dan memiliki kebebasan, dan memunculkan perasaan positifnya adalah dengan memanggil panggilan julukan / kesayangan. Karena setiap anak memiliki hak rasa cinta dari kedua orang tua, bukan hanya rasa cinta yang diberikan orang lain. Maka dari itu, selalu memberikan kepercayaan penuh kepadanya & memotivasinya agar menjadi anak yang baik dan percaya diri. Atau contohnya, saat membeli baju, biarkanlah ia memilih baju yang ia sukai.

Perhatian untuk orang tua! 3 hal penting yang harus kita hindari ketika bersama anak

 

  • Janganlah marah, tetap tenang – Memang rasa kesal dan amarah tanpa disadari teriakan kita bisa terdengar tetangga karena ulah anak sendiri, hingga ada saja orang tua menyikapi dengan cara memukulnya. Tapi cobalah untuk bersikap tenang lalu pilihlah sikap bijak untuk menghadapi solusi tersebut. Karena, kemarahan seorang ibu mempengaruhi lebih besar terhadap proses pembentukan kepribadian anak.

 

  • Jangan berlebihan memanjakan anak / memenuhi seluruh permintaanya – Karena sikap memanjakan anak secara berlebihan, akan berdampak anak menjadi egois, ia merasa diterima di masyarakat karena ulah orang tua yang terlalu memanjakan anak. Maka dari itu, batasilah setiap keinginan yang mungkin tidak terlalu ia butuhkan. Tetapi tetap support kebaikan-kebaikan yang ia jalani.

 

  • Hindari berkata kasar – Jadikanlah diri anda sebaik mungkin dari sikap, tutur kata, sopan santun, Karena anda adalah seorang teladan bagi anak. Dan anak akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan sekelilingnya. Maka dari itu, hal sepele dalam berucap pun harus kita jaga, dan harus anda ingat pula, lingkungan akan menjadi keseharian dan merubah perilaku dan sifat anak. Usahakan kita berada dilingkungan yang baik ya Bun

Tidak afdol rasanya jika mempelajari sesuatu tanpa membaca buku, beberapa Buku Rekomendasi Best Seller dan Terbaik di Gramedia tentang Parenting Islami :

 

Tips Untuk Orang Tua Pendidik Anak :

  • Luangkanlah waktu untuk diri sendiri agar kejiwaan (pikiran) anda tetap stabil
  • Meningkatkan kemampuan diri dengan terus belajar tanpa lelah
  • Hindarilah perselisihan suami istri di hadapan anak kecil
  • Berdo’alah untuk anak anda, agar segala doa akan dikabulkan. Dan berdo’alah & bertutur kata yang baik-baik.



Senin, 20 Februari 2017

Pertumbuhan fisik, kognitif, bahasa, dan emosional bayi 1 bulan dapat dirangsang dengan cara yang sesuai dengan perkembangan yang dialaminya pada masa itu. Ketahuilah tahap-tahap perkembangannya sehingga kita dapat memaksimalkan masa-masa tersebut.

bayi 1 bulan
Bagaimana merangsang perkembangan bayi 1 bulan?
Bagi ibu yang baru memiliki bayi, tentunya ingin mengetahui lebih jauh bagaimana cara merangsang perkembangan bayi sejak dini agar bayi dapat tumbuh sehat dan menjadi anak yang pandai di kemudian hari. Mengasuh bayi 1 bulan pertama akan lebih mudah bila kita mengetahui perkembangan yang sedang dialami bayi tersebut. Berikut ini adalah beberapa perkembangan utama pada bayi 1 bulan pertama, serta cara yang tepat untuk memaksimalkan perkembangannya.
Perkembangan fisik
Bayi 1 bulan senang menggerak-gerakkan tangan dan kakinya. Kita dapat memaksimalkan perkembangan ini dengan cara :
  • Melonggarkan pakaian atau bedong sehingga tangan dan kaki bayi dapat bergerak bebas.
  • Menempatkan bayi di tempat yang aman untuk “bermain” misalnya pada ranjang bayi.
Perkembangan kognitif
Bayi 1 bulan dapat melihat objek pada jarak 20-30 cm. Kita dapat mendukung perkembangan ini dengan cara :
  • Mendekatkan wajah kita pada bayi saat berbicara dengannya
  • Meletakkan gambar atau bentuk menarik di pinggir ranjang bayi atau mainan yang bergerak dan digantung, terutama yang warnanya kontras
Perkembangan bahasa
Bayi 1 bulan dapat mendengar suara dan dapat menoleh bila ada suara yang ia kenali. Kita dapat mendukung perkembangan ini dengan cara :
  • Berbicara dengan bayi
  • Bernyanyi untuk bayi
  • Memasang musik
  • Membacakan cerita untuk bayi, walaupun ia belum mengerti
Perkembangan sosial dan emosional
Bayi yang baru lahir biasanya banyak menangis pada malam hari. Janganlah panik, karena hal ini adalah normal. Nanti setelah usia bayi 6 – 8 minggu, rata-rata dalam 1 hari bayi menangis 3 jam. Pada perkembangan berikutnya, menginjak usia 12 minggu ke atas tangisan bayi akan berkurang.
Menangis adalah cara bayi berkomunikasi dengan kita. Berbagai penyebab bayi menangis adalah : lapar, minta digendong, ingin bertahak, ingin menyusu, perut tidak enak karena ada gas, kedinginan, kepanasan, basah, bosan, lelah, atau merasakan sakit dan tidak ketidaknyamanan lainnya. Cobalah mencari tahu penyebab ia menangis. Walaupun banyak kemungkinan penyebab tangisan, 3 hal umum yang menyebabkan bayi menangis adalah : lapar, pipis, atau pup. Biasanya bayi 1 bulan merasa lapar setiap 3 jam sekali. Periksalah popok atau diaper-nya setiap 3 jam sekali sebelum atau sesudah menyusuinya. Semakin cepat kita merespon tangisannya, semakin mudah kita menghentikan tangisannya.
Bila bayi terus menangis dan tidak dapat diatasi, jangan panik. Jangan menggendong sambil mengguncang bayi dengan kencang. Ayunan bayi juga dapat memberi efek yang tidak baik bila terlalu kencang. Guncangan keras dapat menyebabkan gangguan pada leher, kerusakan pada otak bahkan kebutaan.
Bila kita tidak dapat mengatasi tangisan bayi, letakkan bayi pada tempat yang aman (misalnya ranjang bayi atau minta orang lain menjaganya) lalu ambillah waktu beberapa menit untuk menenangkan diri sendiri sebelum kembali lagi berusaha menenangkan bayi.
Dengan mengetahui perkembangan bayi 1 bulan pertama, kita akan lebih mudah mengasuhnya dan memaksimalkan perkembangannya.


 

 

Bunda, yuk hindari kesalahan dalam merawat bayi. Simak bahasan tentang kopi, teh, bedak sampai penggunaan gurita di artikel ini.

Bunda pasti sering mendapat saran merawat bayi dari keluarga dan orang-orang terdekat, mulai dari saran yang hampir masuk akal sampai yang sepenuhnya konyol. Kadang saran itu juga membuat Bunda bertanya-tanya, “Masak sih? Kok begitu?”
Daripada jadi salah kaprah nantinya, simak dulu beberapa ulasan tentang mitos dan kebiasaan salah dalam merawat bayi berikut ini.

Beda budaya, beda cara merawat bayi

Kadang kebiasaan merawat bayi berbeda antar budaya.
Sebagai contoh, pada masyarakat tradisional yang tinggal di hutan tropis, meletakkan bayi di bawah adalah hal yang berbahaya. Bayi akan digendong terus menerus, yang menyebabkan perkembangan motorik bayi cenderung terhambat.
Sebaliknya, bayi yang dibesarkan di daerah pesisir akan lebih cepat bisa merangkak dan jalan. Hal ini disebabkan karena masyarakatnya mempunyai kebiasaan menggali lubang kecil di tanah/pasir untuk membantu bayi duduk dan beraktivitas sendiri.
Lantas pada masyarakat modern, ada baiknya Bunda memahami mitos/kebiasaan yang buruk dalam merawat anak. Apa saja? Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.

1. Memberi kopi agar jantung bayi kuat

Dalam beberapa tradisi masyarakat kita, tak jarang ada saran untuk memberikan kopi pada bayi agar jantungnya kuat. Alasan lainnya agar tidak step ketika demam.
Kebiasaan merawat bayi dari generasi ke generasi ini tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Sebaliknya, kopi justru memberi dampak negatif pada bayi.
Kafein pada kopi dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Efeknya membuat bayi mudah marah, gelisah, gugup, dan tidurnya pun bermasalah.
“Tapi kan dikasinya cuma sedikit, satu sendok teh saja,” pikir Bunda.
Bunda, yang perlu dipahami adalah tubuh bayi belum bisa mencerna kafein, sehingga kopi akan terakumulasi di dalam sistem tubuhnya.
Kopi yang ‘sedikit’ itu akan menumpuk kafein dalam tubuh bayi bunda, sehingga bisa saja menimbulkan permasalahan pertumbuhan lainnya.

2. Teh sebagai minuman selingan

Tidak ada alasan jelas kenapa banyak orangtua memberikan teh pada anak atau bahkan bayi mereka. Mungkin karena teh gampang didapat dan murah sebagai sajian untuk memenuhi rasa haus anak.
Akan tetapi perlu Bunda ketahui, selain persoalan kafein, teh juga mengandung tannin yang dapat menghambat penyerapan mineral-mineral penting dari makanan, seperti zat besi, kalsium dan zinc.
Mineral-mineral ini sangat dibutuhkan tubuh bayi untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dan pencernaan yang baik. Selain itu, kekurangan zat besi atau  iron deficiency anaemia, dapat menyebabkan sindrom gagal pertumbuhan pada anak.

3. Gurita bayi agar perut tidak kembung dan pusar tidak bodong

Ini salah satu kebiasaan merawat bayi yang sebaiknya ditinggalkan.
Pasalnya, gurita yang dililit dan dibebat pada perut bayi justru berbahaya. Bayi yang baru lahir masih membiasakan diri bernafas dengan paru-paru. Perut dan otot bayi yang masih lemah harus bisa leluasa membantu paru-paru memompa udara.
Selain itu juga tidak ada kaitannya antara pusar bodong dengan pemakaian gurita. Justru ketika tali pusar yang masih menggantung ditutup gurita, akan memperlambat proses pengeringannya dan akan lebih lama terlepas dari pusar bayi.
Sama halnya dengan bedong bayi, bedong yang terlalu kencang juga tidak baik bagi bayi. Baca ulasannya di sini.

4. Memberi gula garam ketika bertamu

Tradisi turun-temurun ini masih diterapkan pada sebagian besar kebudayaan di kepulauan Nusantara kita.
Praktiknya, ketika bayi dibawa bertamu ke rumah baru, si pemilik rumah akan memberikan sedikit gula dan garam ke mulut bayi. Di Aceh tradisi ini disebut ‘peucecap’.
Maksud dan harapan dari tradisi ini adalah agar bayi tumbuh menjadi anak yang manis tutur katanya dan kuat menghadapi asam-garam kehidupan.
Terdengar manis memang, tetapi perlu Bunda ketahui, sesedikit apapun gula dan garam sangat tidak baik untuk bayi di bawah satu tahun.
Seberapapun jumlah garam yang masuk ke dalam tubuh bayi akan memberatkan ginjalnya, sehingga menyebabkan ginjal bayi bisa tidak berfungsi dengan baik nantinya.
Belum lagi konsumsi garam berlebih sejak bayi dapat menjadi bibit penyakit hipertensi, osteoporosis, penyakit kardiovaskular dan penyakit pernafasan ketika dewasa.
Sama halnya dengan gula, gula tidak ada efek baiknya untuk bayi Bunda. Gula dapat menyebabkan karies dan kerusakan gigi, menekan kekebalan tubuh, juga dapat menjadi bibit penyakit kardiovaskular, diabetes dan obesitas.
Baca juga ulasan bahaya madu bagi bayi di artikel ini.

5. Minum soda agar ASI lancar

Selain agar haid lancar, minum soda juga dipercayai sebagian orang dapat memperlancar turunnya ASI pada ibu menyusui. Anggapan ini sungguh salah kaprah.
Tidak ada kaitannya antara haid dan ASI lancar dengan minum soda. Justru soda sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui karena mengandung kafein dan gula yang sangat tinggi.

6. Menaburi bedak pada kemaluan bayi

Supaya bersih dan tidak bau, orangtua kerap memberikan bedak pada kemaluan bayi. Padahal hal ini tidak hanya bisa menyebabkan iritasi, tapi juga bisa berbahaya bagi bayi dalam jangka panjang.
Dari studi yang dilakukan American Academy of Pediatrics menyimpulkan beberapa laporan bahwa bedak bayi yang ditaburkan pada kemaluan dapat menimbulkan kanker ovarium di masa mendatang.
Bedak bayi mengandung partikel asbes yang dapat mengendap. Partikel ini berbahaya jika sering terhirup oleh bayi dan lama-kelamaan akan terjadi penumpukan pada paru-paru. Partikel itu merupakan salah satu penyebab penyakit pneumonia dan kanker paru-paru.
Jadi, hindari penggunaan bedak dalam merawat bayi.

7. Mandi air dingin agar bayi kuat

Kebiasaan ini tidak baik dilakukan karena bayi justru rentan terhadap suhu dingin.
Air dingin dapat membuat pembakaran dan metabolisme tubuh bayi meningkat, sehingga makanan dalam tubuh bisa terkuras untuk mengatur suhu tubuhnya. Akhirnya bayi kehabisan tenaga dan mudah sakit.
 Bayi sebaiknya tetap dimandikan dengan air hangat sampai usia satu tahun. Namun pastikan juga air tidak terlalu panas yang justru membuat bayi tidak nyaman.
Selain itu bunda juga tidak perlu khawatir memandikan bayi di sore atau malam hari. Mandi air hangat sebelum tidur justru dapat membuat bayi rileks dan tidur lebih nyenyak.
***
Ada lagi kebiasaan merawat bayi yang salah menurut Bunda? Mari berbagi di kolom komentar di bawah.


Categories

Pages

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts